Hentikan Kriminalisasi, Stigmatisasi dan Politisasi Papua #Savekakabas

Aksi damai menyalakan 1 lilin keadilan untuk Kaka Bas di Lapangan Theys, Sabtu, 27 Januari 2018

Kaka Bas atau Pak Bas, merupakan panggilan akrab Barnabas Suebu. Pria yang lahir 72 tahun silam itu pernah menjabat menjadi Gubernur Irian Jaya periode 1988-1993 dan Gubernur Papua periode 2006-2011. Kaka Bas merupakan tokoh pemimpin Papua yang sangat berpengaruh, bahkan hanya Kak Bas yang mampu melakukan lobi politik dan membangun komunikasi dengan kelompok yang sangat keras terhadap Jakarta, seperti United Liberation Movement For West Papua (ULMFWP).

“Dalam kasus Pak Bas Suebu, saya sampaikan (kepada Jokowi, Red), bahwa waktu Gus Dur jadi presiden, Papua sudah hampir lepas dan mengikuti jejak Timor Leste, tetapi presiden Gus Dur cepat merespons dan menjadikan Pak Bas Suebu –waktu itu menjabat Dubes di Meksiko dan Panama – sebagai special envoy untuk menjembatani komunikasi antara Gus Dur dengan Pak Theys Eluay dan tokoh-tokoh Presidium Dewan Papua. Lalu Pak Bas diutus ke beberapa negara untuk meredam internasionalisasi Papua,” ujar Marinus (//satuharapan.com).

Marinus mengatakan dirinya terus ikut mendampingi Barnabas Suebu selama setahun terakhir dan telah membantu semaksimal mungkin dengan menyampaikan semua dokumen yang dibutuhkan.

Marinus Yaung juga mengatakan sudah lama pleidoi Barnabas Suebu yang berjudul “Saya bukan Koruptor” sampai di meja Presiden Joko Widodo karena diserahkan langsung ke tangan Jokowi. “Tetapi presiden sepertinya tidak menanggapi upaya pembelaan dan pencarian keadilan Pak Barnabas Suebu,” kata dia.

PAK HAM Papua menyerukan kepada pemerintah Republik Indonesia untuk menghentikan segera segala bentuk kriminalisasi terhadap para pemimpin Papua.

Masyarakat Papua membutuhkan pembangunan dan pemberdayaan, bukan terus-menerus dijadikan sebagai obyek politisasi berbagai kepentingan hingga sulit menemukan representasi yang benar-benar mewakili kepentingan masyarakat.

Inkonsistensi kebijakan sudah berlangsung lama dari satu pemerintah ke pemerintah lain, membuat kekhawatiran disintegrasi nasional Indonesia menjadi berlebehian. Kompleksitas persoalan Papua sudah dipahami oleh banyak pihak. Maka dari itu diperlukan adanya pendekatan dialog yang inklusif yang memberi ruang lebih luas bagi partisipasi publik dalam proses pembangunan dan strategi komunikasi yang menumbuhkan rasa kepercayaan masyarakat Papua pada pemerintah baik di daerah maupun dipusat. Strategi pendakatan seperti ini pun diharapkan mampu mengubah stigma terhadap tanah Papua.

Hari Sabtu, 27 Januari 2018, PAK HAM Papua melakukan aksi damai dengan menyalakan 1 lilin sebagai simbol keadilan untuk Kaka Bas. Cahaya lilin yang membawa harapan tanah Papua agar mampu menerangi permerintah Indonesia agar berkomitmen dengan sungguh-sungguh menyelesaikan persoalan-persoalan di Papua dan bersama masyarakat Papua menjadikan Tanah Papua yang damai, aman dan tentram bagi semua. Salam Juang dari kami, PAK HAM Papua.

 

 

Matius Murb

Direktur PAK HAM Papua

Telp: +62 812-4892-975

E-mail: matius.murib@pak-ham-papua.or.id

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*