Mendesak! Aksi Kemanusiaan Menyelamatkan Korban Dari Konflik Bersenjata

PAK HAM PAPUA melakukan monitoring terhadap konflik yang terjadi di Kembely, Tembagapura. Kami mendapat informasi bahwa keadaan masyarakat pendatang di area konflik tersebut sudah sangat memperihatinkan mulai dari bahan makanan yang menipis hingga banyaknya masyarakat yang mulai tertanggu kesehatannya.

Salah satu korban pengungsi yang berhasil kami hubungi bernama Ibu Poppy melalui nomor ponsel 0821-9920-2530.

Kami juga mendengar ada sekitar 500 jiwa dan sekitar 100 lebih balita di kembely. Warga pendatang sedang mengungsi di Honai-Honai milik masyarakat setempat. Sudah terjadi perampokan dan pemerkosaan sejak 21 Oktober 2017 hingga saat ini, namun tidak ada pertolongan apapun dari aparat.

Aksi kemanusiaan untuk menyelamatkan korban dari konflik bersenjata selama ini sangat mendesak untuk segera dilakukan.

PAK HAM Papua mempertanyakan hasil negossiasi Tim bentukan Bupati Kabupaten Mimika dan Provinsi Papua waktu lalu. Bagaimanan dan seperti apa?

KAPOLDA Papua sudah memberi kesempatan kepada masyarakat melalui para tokohnya untuk melakukan negosiasi damai.

Pihak bersenjata yang mengklaim dirinya TPN/OPM dan aparat TNI/POLRI harus bisa menjamin bahwa warga sipil yang tidak bersenjata, terutama ibu-ibu dan anak-anak harus dilindungi dan diselamatkan segera.

PAK HAM Papua menuntut pemerintah pusat ikut berkontribusi dalam penyelasian konflik ini yaitu dengan cara membuka ruang dialog secara damai antara perwakilan ataupun pimpinan kelompok bersenjata yang saat ini berada di area petambangan besar milik Perusahaan Amerika Serikat.

PAK HAM Papua sangat mengecam dan mengutuk keras segala bentuk konflik kekerasan apapun yang terjadi di Papua. Hentikan kekejaman dan hormati hak hidup setiap orang. Mari ciptakan Papua menjadi rumah yang damai bagi semua.

Salam juang!

Maitus Murib

Direktur PAK HAM PAPUA

Telp: +62 812-4892-975

E-mail: matius.murib@pak-ham-papua.or.id

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*