Perdamaian Suku SIEPASSO dan Suku HUSAGAMA

Perdamaian Suku Siepasso dengan Suku Husagama

Suku Siepasso dan Husagama yang sebelumnya terlibat pertikaian pada tanggal 9 September lalu bersepakat untuk mengakhiri pertikaianya. Dengan bantuan Theo Hasegem, Polres Yahukimo, Anggota DPRD dan juga dukungan dari PAK HAM Papua usaha komunikasi yang dibangun antara kedua suku membuahkan kesepakatan positif, yaitu pertemuan untuk membicarakan perdamaian. Pertemuan tersebut dilakukan pada Sabtu, 16 September 2017 di lapangan terbuka di distrik Kuhima, Kabupaten Yahukimo. Hampir 4 jam, mulai dari pukul 12:13 hingga pukul 15:44 waktu setempat, kedua suku berkumpul melakukan pertemuan dengan menghasilkan beberapa kesepakatan.

Sebelum kegiatan perdamaian kedua Suku melakukan doa bersama, doa dibawakan oleh Lurah Stevanus Meage. “Setelah saya mendengar isu ini saya bersama masyarakat selama 2 minggu di tempat kejadian dan sudah tahu asal-sulnya masalah dan korban dari kedua belah pihak dengan banyak kerugian yang dialami oleh suku siepasso tetapi kami menyelesaikan masalah ini dengan baik-baik” ujar Kapolres Yahukimo Anleng Pungro,SIK disela –sela memberikan pandangan umum setelah doa selesai.

Mediasi perdamaian diwakili oleh Bapak Kapolres Kabupaten Yahukimo dan perwakilan dari Anggota DPRD Kabupaten Yahukimo yaitu Nehemia Elopore.

Nehemia Elopore mengatakan “bahwa sebelumnya masalah ini sudah kami selesaikan dengan kedua belah pihak baik dari suku siepasso dan suku husagama, tetapi masalah kedua ini terjadinya di Yahukimo dan saat ini kami sudah amankan para pelakunya”.

Perwakilan dari husagama juga berkata “9 tahun kami belum pernah perang dan bebas keluar masuk dan sering tidur bersama di kampong-kampung siepasso, tetapi Anton SIEP membuat masalah”.

“Aktor yang menbuat perang adalah LUKAS ELOPOE, ELPIUS HUGI, LAZARUS SIEP, NEHEMIA ELOPORE mereka-mereka ini yang membuat masalah dan aktor dibelakang suku husagama maka mereka ini harus bertanggung jawab” kata perwakilan dari Seipasso.

Kapolres yang menangani perdamaian ini sempat bertanya mengenai penyelesaian permasalahan ini, “apakah akan diselesaikan secara hukum yang berlaku atau dengan cara lain?”, namun kedua belah pihak tidak ada yang menjawab. Kapolres pun akhirnya mengambil keputusan bahwa masalah akan diselesaikan secara hukum dan semua pelaku menunggu panggilan paling cepat hari senin.

Perhimpunan Advokasi dan Kebijakan Hak Asasi Manusia (PAK HAM) Papua, sebagai organisasi masyarakat berkomitmen membangun kebersamaan untuk menjaga penghormatan Hak Asasi Manusia (HAM) dan juga ikut berpartisipasi dalam perjuangan untuk keadilan dan kedamaian bagi semua. “HENTIKAN KEKEJAMAN”

  

Direktur PAK HAM PAPUA

MATIUS MURIB

Email: matius.murib@pak-ham-papua.or.id

“HENTIKAN KEKEJAMAN”

Please follow and like us:

1 Comment

  1. sebagai intelektual maupun senior dan juga yang mediator mohon teliti masalah baik2 dan di media sosial yang kalian sebarkan boleh saja tapi yang point ke 6 bunyinya demikian “Aktor yang menbuat perang adalah LUKAS ELOPOE, ELPIUS HUGI, LAZARUS SIEP, NEHEMIA ELOPORE mereka-mereka ini yang membuat masalah dan aktor dibelakang suku husagama maka mereka ini harus bertanggung jawab” kata perwakilan dari Seipasso” hal ini bapak ibu tau dari mana,
    sebaik kamu harus tau ya ….? yang membuat masalah adalah bukan toko yang kalian sebutkan di atas tapi, suku siepasso yang harus bertanggungjawab atas kejadian ini.

Leave a Reply to senior perwakilan husagama Cancel reply

Your email address will not be published.


*