Kesepakatan Pemetaan Wilayah Adat di Papua

Kegiatan Pengambaran Garis batas wilayah adat Suku di Timika Papua yang dilakukan antara suku Amugme dengan suku Komoro

Permasalahan Tanah di Papua semakin hari semakin tinggi dikarenakan makin berkembangnya populasi masyarakat. Bukan hanya itu saja, meningkatnya kepentingan ekonomi yang datang dari masyarakat itu sendiri ataupun datang dari campur tanggan pemerintah juga ikut mempengaruhi. Ketika permasalahan tanah ini meluas, maka sangat tidak jarang masyarakatlah yang menjadi korban. Oleh sebab itu, saat ini PAK HAM Papua dengan semboyan “HENTIKAN KEKEJAMAN” membuat program pemetaan wilayah adat yang akan dilakukan mulai dari dua daerah yaitu Jayapura dan Mimika.

Menindaklanjuti kegiatan diskusi dan perencanaan strategi yang dilakukan dan difasilitasi oleh Perhimpunan Advokasi dan Kebjikan HAM Papua di P3W Padang Bulan Jayapura, Papua. Yang dalam diskusi tersebut juga dihadiri oleh beberapa suku dari Papua. Mereka juga menyepakati untuk melakukan salah satu program Kerja PAK HAM Papua, yaitu pemetaan wilayah adat di Papua. Program pemetaan Hak Ulayat ini dilakukan untuk menjadi solusi permasalahan yang sering terjadi di Papua, Permasalahan tanah yang tak jarang menelan korban dari masyarakat.

Perhimpunan Advokasi dan Kebijakan Hak Asasi Manusia Papua, sebagai organisasi masyarakat berkomitmen membangun kebersamaan untuk menjaga penghormatan Hak Asasi Manusia (HAM) dan juga ikut berpartisipasi dalam perjuangan untuk keadilan dan kedamaian bagi semua.

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*