“Konflik Warga di Yahukimo” dalam Pertemuan Rutin PAK HAM Papua

Rapat Kerja dan Tea Walk Perhimpinan Advokasi dan Kebijakan HAM Papua

Pada pertemuan rutin PAK HAM Papua di kantor PAK HAM Papua yang biasa dilakukan pada hari Kamis, kali ini mengangkat permasalahan tentang “Konflik Warga di Yahukimo” yang terjadi di daerah Luwuk dan Hunen, Distrik Mugi kabupaten Yahukimo tanggal 9 September 2017, Sabtu lalu. Dalam diskusi ini dihadiri oleh beberapa nara sumber yang juga ikut berperan langsung dalam melakukan perdamaian pada konflik sebelumnya, yaitu pada bulan Juli 2017. Nara sumber yang hadir salah satunya adalah Pdt Daud Hesegem. STh yang menceritakan tentang bagaimana proses perdamaian di daerah Luwuk dan Hunen? Juga permasalahan menjadi konflik warga di Yahukimo ?

Pdt Daud Hesegem, STh yang merupakan salah satu orang yang ikut berperan dalam melakukan mediasi pada bulan Juli lalu juga menyatakan “kejadian perang pertama kita sudah melakukan mediasi di POLRES Jayawijaya dengan kedua belah pihak dan bersepakat melalui surat pernyataan untuk bersedia melakukan perdamaian dan tidak akan melakukan Perang kembali, namun selama proses persiapan perdamaian, ternyata muncul kembali perpecahan dari kedua suku tersebut baru-baru ini.”

Perang ini terjadi dikarenakan dendam turun temurun antara keluarga, dendam lama yang di akibatkan oleh perang suku sehingga dendam ini tidak dapat dicegah. Pemerintah dan juga aparat hanya bisa melakukan penahanan terhadap pelaku dan diproses hukum, namun proses adat juga tetap berlaku.

Kondisi saat ini di Yahukimo dikabarkan oleh Theo Hesegem melalui telepon langsung kepada Direktur PAK HAM Papua Matius Murib, mengenai upaya perdamaian yang sedang kembali diupayakan oleh Theo Hesegem bersama anggota Polres Kabupaten Yahukimo. Mereka melanjutkan perjalanan Ke Husagama untuk melakukan pembicaraan dan upaya negosiasi dengan bertemu langsung pada forum mediasi perdamaian penyelesaian kasus ini.

Matius Murib sangat menyayangkan kejadian yang terjadi di Yahukimo. Menurutnya, “saat ini, seharusnya kita lebih mengikat tali persaudaraan sebagai orang papua dan membanggun Papua bersama-sama, segala tindakan yang dapat merugikan masyarakat dalam tatanan kehidupan lebih baik dihindari karna ketika semua berperang dengan mengedepankan ego masing-masing maka tidak pernah mendapatkan jalan keluar yang terbaik”

PAK HAM Papua mendorong perdamaian dengan mediasi di lokasi yang cukup netral dan strategis untuk mengakomodir kedua suku yang bermasalah di yahukimo. Kami memiliki semboyan “HENTIKAN KEKEJAMAN” yang akan diterapkan di Papua bahkan di luar Papua. Segala jenis tindakan kekejaman yang terjadi dalam segala aspek kehidupan agar dapat dihentikan oleh semua elemen masyarakat maupun Negara. Hal ini menjadi penting karena saat ini kita orang Papua harus saling menjaga untuk menghadapi kehidupan dalam bermasyarakatan yang lebih baik. Saya berharap seluruh elemen pemerintahan, mulai dari pemerintahan kabupaten hingga provinsi juga pihak keamanan yang ada untuk saling berkoordinasi membantu proses perdamaian di Yahukimo.

Salam

Matius Murib

Direktur PAK HAM Papua

“HENTIKAN KEKEJAMAN”

Email: matius.murib@pak-ham-papua.or.id

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*